BAB
1
PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
Pertama-tama, penulis ingin menjelaskan, yang menjadi latar belakang dalam
penulisan makalah ini adalah BBM perlukah naik atau tidak? Sebelum penulis
mengulas lebih jauh tentang BBM perlu naik atau tidak, penulis akan sedikit
menjelaskan mengenai BBM itu sendiri.
BBM merupakan Bahan Bakar Minyak yang
digunakan sebagai bahan bakar kendaraan bermotor. BBM berasal dari penyulingan
minyak bumi, dimana untuk menjadi bensin, maka minyak bumi harus mencapai titik
didih -1 sampai 180 oC. Minyak bumi juga merupakan non renewable
energi, yang artinya suatu saat nanti, minyak bumi ini akan habis jika
digunakan terus menerus, dan untuk proses pembentukan minyak bumi, dibutuhkan
waktu yang lama, bahkan sampai ratusan tahun.
Indonesia mempunyai tambang minyak
sendiri, namun tambang minyak itu dikuasai oleh perusahaan asing, dikarenakan
SDM di Indonesia belum mampu mengolah nya sendiri. Indonesia eksport minyak
mentah dengan harga murah, namun import nya dengan harga mahal. Mengutip sebuah
kalimat dari Wakil Menteri ESDM
Widjajono Partowidagdo pada wawancara nya disitus http://finance.detik.com
"Indonesia
negara lucu, ekspor yang murah, tapi impor yang mahal. Orang yang gak kaya
minyak tapi pakai yang mahal. Orang miskin kalau pakai yang mahal maka akan
susah hidupnya," tegas Widjajono saat ditemui di Ballroom Hotel Kempinski
Jakarta, Jumat (30/3/2012). Itulah sedikit latar belakang yang penulis buat
dalam rangka penulisan makalah.
BAB II
ISI
Harga BBM perlu dinaikan atau tidak? Penulis dalam kasus ini memilih bahwa
harga BBM perlu dinaikan. Pemerintah membuat argumen tentang alasan menaikan
harga BBM
·
APBN akan jebol
jika harga BBM bersubsidi tidak dinaikkan.
·
Selama ini subsidi
BBM tidak tepat sasaran. BBM harus dinaikkan sehingga subsidi Pemerintah kepada
masyarakat miskin semakin tepat sasaran.]
·
Jika BBM tidak
dinaikkan, defisit APBN akan mencapai 3,6 persen (melampaui batas maksimal
defisit anggaran sebesar 3 persen yang diamanatkan UU Keuangan Negara). Dalam
Penjelasan Pasal 12 ayat 13 pada UU 17/2003 tentang Keuangan Negara
dinyatakan bahwa “defisit anggaran perlu dibatasi maksimal 3 % dari Produk
Domestik
Bruto atau PDB.
(sumber
:http://kalipaksi.wordpress.com/2012/03/27/inilah-alasan-kenapa-harga-bbm-subsidi-tak-harus-naik/)
Itu
merupakan alasan-alasan pemerintah dalam menaikan harga BBM bersubsidi ini.
Penulis mendukung kenaikan harga BBM, karena penulis melihat dari segi
lingkungan atau alam. Penulis akan menjawab mengapa harga BBM perlu naik.
Harga
bbm di Indonesia harus naik, jika melihat dari latar belakang di makalah ini,
dimana minyak bumi itu bersalah dari bahan yang non renewable, yang artinya
jika di pakai terus-menerus akan habis, dan bisa diperbaharui dalam waktu yang
lama hingga ratusan tahun. Jika bahan bakar non renewable ini digunakan secara
besar-besaran, maka dampaknya yaitu suatu hari nanti akan habis bahan bakar
minyak ini.
Harga
bbm yang murah ini, khususnya premium sekarang ini merupakan hasil dari subsidi
pemerintah, subsidi tersebut tentu saja digunakan untuk kalangan menengah
kebawah. Namun pada praktek nya, mobil-mobil mewah dan orang-orang kaya ikut
menikmatinya, dan subsidi bbm ini dinilai salah sasaran. Dan juga harga minyak
dunia kian hari akan terus naik, dan bagaimana jika hal itu terjadi, yang
notabene pemerintah Indonesia masih mensubsidi bbm? Dan juga di prediksi 25
tahun lagi, minyak bumi di bumi pertiwi ini akan habis dan itu berarti
Indonesia harus 100% mengimport bbm dari negara asing dan mau tidak mau, harga
yang kita pakai yaitu harga dunia yang pasti lebih membuat pengeluaran biaya
untuk bbm membengkak. Dan Pasti pengeluaran dana pemerintah untuk subsidi bbm
juga akan membengkak.
Jika
harga bbm naik, maka pemakaian bbm akan berkurang, karena masyarakat akan
mengurangi penggunaan bahan bakar yang mahal. Bahkan di negara lain pengguna
bbm dikenakan pajak sebagai cara agar orang malas pakai bbm.. Lalu bagaimana
kita bisa melakukan aktifitas bila tanpa bbm?
Seharusnya, di Indonesia menciptakan sebuah energi terbarukan untuk
mengantisipasi nya. Energi
terbarukan adalah energi yang berasal dari alam seperti cahaya matahari,
angin, tenaga air, tenaga gelombang dan geothermal yang dapat diperbarui secara
alamiah. Alam Indonesia menyediakan berbagai sumber energi ini dalam jumlah
yang sangat besar karena hampir selalu ada dan siap diolah menjadi sumber
energi.
Berikut ini beberapa energi
terbarukan yang bisa digunakan sebagai pengganti energi non renewable atau
penggunaan bbm:
·
Solar cell adalah teknologi merubah cahaya matahari menjadi
energi listrik dengan menggunakanphotovoltaics .
Secara umum cara penggunaan tenaga matahari ini dibagi dua yaitu aktif dan
pasif. Penggunaan secara aktif yaitu menggunakan teknologi panel photovoltaic
atau panel tenaga surya untuk mengumpulkan energi listrik. Sementara cara
penggunaan secara pasif adalah dengan cara mengatur arah bangunan, menggunakan
material yang menyerap panas dan desain bangunan yang secara alami memperlancar
sirkulasi udara didalam bangunan.
·
Wind power atau tenaga angin dapat digunakan juga untuk
menghasilkan listrik dengan menggunakan kincir angin. Kincir angin yang modern
rata-rata berkapasitas antara 600kW sampai 5MW. Lokasi yang tepat untuk
mendapatkan energy ini adalah didaerah yang berangin kencang dan konstan
seperti daerah pantai atau daerah dataran tinggi.
·
Hydropower atau tenaga air juga dapat digunakan untuk
menghasilkan listrik dengan menggunakan kincir air yang dewasa ini disebut
dengan hydroelectric. Kalau listrik yang dihasilkan tidak terlalu besar,
teknologi yang digunakan disebut microhydro, listrik dari cara ini maksimal
menghasilkan 100kW. Teknologi damless hydro adalah system penghasil listrik
yang menggunakan energy kinetic dari aliran sungai atau gelombang laut tanpa
menggunakan dam. Ocean energy yaitu
energy dari laut atau samudra. Dalam hal ini termasuk marine current power,
ocean thermal energy ada tidal power.
·
Biomass (plant material) adalah sumber renewable energy atau
energi terbarukan karena energi ini berasal dari matahari. Melalui proses
photosintesa, tanaman menangkap tenaga matahari . Dalam hal ini biomass
berfungsi sebagai aki tempat penyimpanan energy surya.
·
Liquid biofuel atau bahan bakar bio terbagi
menjadi dua yaitu bioalcohol (bioethanol) dan biodiesel. Bioethanol adalah
alcohol yang didapat dari proses fermentasi gula yang ada pada tanaman.
·
Energy geothermal adalah
energi yang dihasilkan dengan cara mengambil panas bumi. Ada 3 macam power
plants yang digunakan untuk mendapatkan energi dari energi geothermal, yaitu dry steam, flash, dan binary. Dry
steam plants mengambil uap panas bumi dan langsung digunakan untuk menggerakan
turbin yang memutar generator penghasil listrik. Flash plants mengambil air
panas, biasanya bersuhu lebih dari 200 derajat C, dari tanah yang kemudian
mendidih pada saat naik ke permukaan dan kemudian dipisahkan antara air panas
dan uap panas yang dialirkan ke turbin. Untuk binary plants, air panas mengalir
melalui heat exchangers, mendidihkan cairan organic yang memutarkan turbin. Uap
panas yang dimampatkan dan sisa dari cairan geothermal dari ketiga cara diatas
disuntikkan lagi ke batuan panas agar menghasilkan panas lagi. (sumber : http://energiterbarukanindonesia.com/)
Namun, Di Indonesia
pengembangan energi alternatif tidak berjalan. Tidak ada investor yang mau
masuk ke area itu. Mengapa? Karena harga BBM di Indonesia murah. Energi
alternatif yang mereka akan tawarkan tidak akan bisa bersaing harga. Di
Indonesia tidak ada yang mengembangkan tenaga matahari, atau arus bawah laut
dan masih banyak lagi potensi energi alternatif terbarukan yang Indonesia
miliki. Bahkan negara negara lain mengakui, Indonesia adalah rumah untuk sumber
sumber energi alternatif terbarukan terbesar di dunia. Tapi mengapa tidak ada
yang mengembangkan? Jawabannya, karena mahal dan tidak dapat bersaing dengan
BBM yang masih murah di Indonesia.
BAB III
KESIMPULAN
Jadi, untuk mengurangi pemakaian bbm yang cendrung besar, maka kenaikan harga
bbm bisa dijadikan opsi terbaik agar masyarakat mengurangi pemakaian bbm
tersebut karena harga nya mahal, dan masyarakat akhirnya berinisiatif dan
berupaya untuk menciptakan energi terbarukan, yang dari segi harga lebih murah
dari harga bbm dan dari bahan utama nya lebih mudah didapat, seperti matahari,
angin, air, dan masih banyak lagi.
Kenaikan
bbm ini harus di barengi oleh kenaikan upah minimum rakyat dan tetap
diberlakukan nya subsudi untuk rakyat kalangan bawah, subsidi ini harus
benar-benar tepat sasaran, agar tidak membuang duit negara.
Kita jangan melihat dari 1 sisi saja dalam kasus ini, yang kontra terhadap
kenaikan bbm, harus membuka wawasan nya untuk melihat sisi dari yang pro
kenaikan bbm, begitu pula sebaliknya. bila sudah melihat 2 sisi dari pro dan
yang kontra, pasti melihat kelebihan dan kekurangan nya, berhubung saya pro
terhadap kenaikan harga bbm, maka saya akan menjelaskan kelebihan dan
kekurangan nya.
Kelebihan dari naiknya harga bbm yaitu, subsidi bbm sedikit berkurang, sehingga
APBN ini bisa digunakan untuk hal lain, terutama dalam hal perbaikan
infrastruktur di daerah-daerah terpencil dan bisa dialihkan ke subsidi di
bidang pendidikan, lalu memberikan peluang terciptanya energi alternativ
terbarukan di Indonesia.
Kekurangan dari naiknya harga bbm yaitu, sangat sulit beradaptasi untuk
masyarakat kalangan bawah, tetapi kalau kalangan menengah keatas mungkin bisa
cepat beradaptasi.
Daftar Pustaka