Konsepsi pendidikan yang di kemukakan oleh Dewey menarik perhatian berbagai ahli pendidikan. Salah seorang diantaranya ialah W.H Kilpatrick yang menyelenggarakan suatu sistem pengajaran proyek. Prinsip pokok yang selalu di ikuti dalam pengajaran proyek ialah bahwa pengajaran itu harus aktif, ilmiah, dan memasyarakat.
Pengertian metode pengajaran proyek dari berbagai ahli
- pembelajaran berbasis proyek adalah metoda pengajaran sistematik yang mengikutsertakan pelajar ke dalam pembelajaran pengetahuan dan keahlian yang kompleks, pertanyaan authentic dan perancangan produk dan tugas [University of Nottingham, 2003].
- pembelajaran berbasis proyek adalah pendekatan cara pembelajaran secara konstruktif untuk pendalaman pembelajaran dengan pendekatan berbasis riset terhadap permasalahan dan pertanyaan yang berbobot, nyata dan relevan bagi kehidupannya [Barron, B. 1998, Wikipedia]
- pembelajaran berbasis proyek adalah pendekatan komprehensif untuk pengajaran dan pembelajaran yang dirancang agar pelajar melakukan riset terhadap permasalahan nyata. [Blumenfeld et Al. 1991]
- pembelajaran berbasis proyek adalah cara yang konstruktif dalam pembelajaran menggunakan permasalahan sebagai stimulus dan berfokus kepada aktifitas pelajar. [Boud & Felleti, 1991]
Langkah-langkah Pokok Pengajaran Proyek
Pada dasarnya ada 3 langkah pokok, yaitu persiapan, kegiatan belajar, dan pameran
1. Persiapan : termasuk dalam langkah ini ialah penetapan masalah yang akan dibahas. Dalam langkah ini guru merangsang anak-anak agar mereka dapat memikirkan, mengusulkan dan mendiskusikan apa yang perlu mereka pelajari. Setelah masalah itu ditetapkan persiapan-persiapan lebih lanjut dilakukan, seperti menetapkan jenis-jenis kegiatan yang akan dilakukan, siapa-siapa yang akan melakukan kegiatan itu masing-masing, peralatan yang di perlukan, jedwal kegiatan. Persiapan ini perlu disusun dalam bentuk rencana yang nyata, lengkap, dan jelas sangkut paut kegiatan yang satu dengan yang lainnya. Dalam menyusun persiapan ini perlu di praktekkan metode ilmiah berupa penyusunan hipotesis dan pengajuan alternatif terdahulu
2. Kegiatan Belajar : kegiatan ini pada dasarnya merupakan pelaksanaan dari rencana yang telah disiapkan terdahulu itu. Kegiatan dapat diawali dengan perjalanan sekolah, karyawisata, peninjauan, atau pengamatan suatu objek, membaca buku, majalah dan membuat catatan tentang apa yang diamati atau di baca itu. Berdasarkan hasil kegiatan seperti diskusi, membuat karangan, menyusun model, menjawab pertanyaan, menyusun diagram, membuat laporan dan sebagainya. Kegiatan belajar ini pada dasarnya merupakan usaha mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan atau hipotesis-hipotesis yang telah dikemukakan terdahulu
3. penilaian : bentuk penilaian yang sering dilakukan ialah dengan mengadakan pameran. Semua hasil kegiatan yang dilakukan oleh anak-anak di pamerkan. Seluruh warga kelas memperhatikan apa yang di pamerkan itu, memberikan tanggapan, kritik, menambah hal-hal yang dirasa masih kurang, dan sebagainya. Pada akhir kegiatan suatu proyek, anak-anak diminta membuat catatan pada buku proyeknya masing-masing. Buku proyek ini sifatnya perorangan sehingga bentuk dan isi buku proyek anak satu dapat berbeda dengan anak yang lain.
Keuntungan Pengajaran Proyek
1). Meningkatkan motivasi. Laporan-laporan tertulis tentang proyek itu banyak yang mengatakan bahwa siswa suka tekun sampai kelewat batas waktu, berusaha keras dalam mencapai proyek. Guru juga melaporkan pengembangan dalam kehadiran dan berkurangnya keterlambatan. Siswa melaporkan bahwa belajar dalam proyek lebih fun daripada komponen kurikulum yang lain.
2). Meningkatkan kemampuan pemecahan masalah. Penelitian pada pengembangan keterampilan kognitif tingkat tinggi siswa menekankan perlunya bagi siswa untuk terlibat di dalam tugas-tugas pemecahan masalah dan perlunya untuk pembelajaran khusus pada bagaimana menemukan dan memecahkan masalah. Banyak sumber yang mendiskripsikan lingkungan belajar berbasis proyek membuat siswa menjadi lebih aktif dan berhasil memecahkan problem-problem yang kompleks.
3). Meningkatkan kolaborasi. Pentingnya kerja kelompok dalam proyek memerlukan siswa mengembangkan dan mempraktikkan keterampilan komunikasi ( Johnson & Johnson, 1989). Kelompok kerja kooperatif, evaluasi siswa, pertukaran informasi online adalah aspek-aspek kolaboratif dari sebuah proyek. Teori-teori kognitif yang baru dan konstruktivistik menegaskan bahwa belajar adalah fenomena sosial, dan bahwa siswa akan belajar lebih di dalam lingkungan kolaboratif (Vygotsky, 1978; Davidov, 1995).
4). Meningkatkan keterampilan mengelola sumber. Bagian dari menjadi siswa yang independen adalah bertanggungjawab untuk menyelesaikan tugas yang kompleks. Pembelajaran Berbais Proyek yang diimplementasikan secara baik memberikan kepada siswa pembelajaran dan praktik dalam mengorganisasi proyek, dan membuat alokasi waktu dan sumber-sumber lain seperti perlengkapan untuk menyelesaikan tugas.
Daftar Pustaka
http://hudaita.blogspot.com/2009/04/peningkatan-mutu-pembelajaran-dengan.html (di akses tanggal 20 april 2011) (Oleh: Akhmad Huda, S.Pd) ( Guru MTs Ma'arif Sunan Giri Prigen Kab. Pasuruan)
Meilani, Sri Martini. 2009. PIP. Jakarta: UNJ
Tidak ada komentar:
Posting Komentar